INFO LIPUTAN DAN PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI TLP. 0711-364344, FAX 0711-364244, EMAIL : MARKETING@SRIWIJAYATV.COM POLSEKTA LAHAT GAGALKAN PENYELUNDUPAN 696 BOTOL MIRAS LINTAS KABUPATEN TINGKATKAN PRODUKSI DAGING SAPI, BALITBANGDA SUMSEL LAKUKAN INOVASI PAKAN SAPI PEMBUAT SENJATA API RAKITAN DI PAGARALAM DIHADIAHI TIMAH PANAS 34 ANGGOTA PASKIBRAKA DILANTIK OLEH WABUP PALI

JPU KPK Tuntut Bupati Banyuasin Non Aktif 8 Tahun Penjara

Bupati Banyuasin Non Aktif Yan Anton Ferdian bersama empat terdakwa lainnya Umar Usman, Rustami, Sutaryo dan Kirman kembali menjalani sidang lanjutan dugaan suap Dinas Pendidikan Banyuasin di Pengadilan Tipikor Palembang Senin 20 Maret 2017. Dalam sidang lanjutan ini Jaksa Penuntut Umum KPK membacakan tuntutan terhadap kelima terdakwa dengan empat berkas dimuka persidangan.

Yan Anton Ferdian dituntut Jaksa KPK selama 8 tahun kurungan penjara. Tak hanya dituntut 8 tahun penjara, jaksa juga mencabut hak politik Yan Anton selama 5 tahun terhitung setelah bebas dari menjalani masa hukuman nantinya. Selain itu, jaksa juga membebankan Yan Anton dengan denda sebanyak Rp. 300 Juta subsider hukuman selama 3 bulan penjara.

Usai persidangan, Yan Anton mengatakan ikhlas dan siap menjalani hukuman tersebut. Selain itu selama di penjara dirinya banyak mendapat pelajaran hidup yang tak didapatkannya di luar.

Sementara itu terdakwa Umar Usman yang merupakan Kadisdik Banyuasin dan Kasi PMD Sutaryo dengan tuntutan hukuman penjara selama 5 tahun penjara. Keduanya dinyatakan bersalah karena telah ikut serta melakukan penyelewengan dan mencarikan uang guna kepentingan Yan Anton Ferdian.

Rep/Kam : M. Shetyawan Riski

Share this

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar