INFO LIPUTAN DAN PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI TLP. 0711-364344, FAX 0711-364244, EMAIL : MARKETING@SRIWIJAYATV.COM AZWARI RIVAI MEMILIH IRWANSYAH KARENA PENGALAMAN WALIKOTA PANGKALPINANG BAKAL CALON GUBERNUR SUMSEL DODI REZA–GIRI RAMANDAH MENDAFTARKAN DIRI KE KPU SUMSEL PANWASLU LUBUKLINGGAU TINDAK TEGAS PNS TERLIBAT SUKSESI PILKADA 39 BAKAL PASANGAN CALON KEPALA DAERAH DI SUMSEL IKUTI TES KESEHATAN DI RSMH PALEMBANG ENAM PASLON CABUP CAWABUP LAHAT RESMI MENDAFTARKAN DIRI KE KPUD KPU SUMSEL : GAGAL TES KESEHATAN BAKAL CALON KEPALA DAERAH BISA DIGANTI SFC BELUM PUTUSKAN STATUS BIO PAULIN DAN MAMADOU EL HADJI

Cegah Karhutla, Lahan Gambut Perlu Tata Ulang

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di Sumatera Selatan pada tahun 2015 lalu kini terus diantisipasi, beberapa peneliti bahkan sedang mengadakan riset mengantisipasi karhutla terutama di lahan gambut.

Menurut pakar tanah dan gambut IPB Basuki Sumawinata mengatakan, pentingnya kubah gambut yang merupakan bagian penting ekosistem gambut. Lahan yang cembung dan lebih tinggi dari daerah sekitar ini berfungsi sebagai pengatur keseimbangan air pada lahan gambut. Jika ketika musim kemarau tiba lahan tidak menjadi kering dan bisa masih suplai air dari kubah gambut tersebut.

Ditambahkannya dari 4 juta hektare lebih kubah gambut di Pulau Sumatera, 90 persennya dijadikan kawasan budi daya. Sementara di Sumatera 60 persen dari hampir 3 juta hektare kubah gambut dijadikan kawasan budi daya. Ketika kebakaran hutan dan lahan pada 2015 areal gambut terbakar dan yang sulit dipadamkan adalah kubah gambut. Dengan fakta bahwa komposisi mayoritas kubah gambut berada di kawasan budi daya.

Tim Liputan Sriwijaya Tv

Share this

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar