INFO LIPUTAN DAN PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI TLP. 0711-364344, FAX 0711-364244, EMAIL : MARKETING@SRIWIJAYATV.COM ATLET INDONESIA CARI PENGALAMAN BERTANDING SEBELUM TURUN SEA GAMES 2017 DIDUGA TERLANTARKAN ANAK, OKNUM PNS DI MURATARA DILAPORKAN KE KPAID LUBUKLINGGAU ATLET PRIA JEPANG KEMBALI REBUT MEDALI DI NOMOR ELITE DAN U-23

Cegah Karhutla, Lahan Gambut Perlu Tata Ulang

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di Sumatera Selatan pada tahun 2015 lalu kini terus diantisipasi, beberapa peneliti bahkan sedang mengadakan riset mengantisipasi karhutla terutama di lahan gambut.

Menurut pakar tanah dan gambut IPB Basuki Sumawinata mengatakan, pentingnya kubah gambut yang merupakan bagian penting ekosistem gambut. Lahan yang cembung dan lebih tinggi dari daerah sekitar ini berfungsi sebagai pengatur keseimbangan air pada lahan gambut. Jika ketika musim kemarau tiba lahan tidak menjadi kering dan bisa masih suplai air dari kubah gambut tersebut.

Ditambahkannya dari 4 juta hektare lebih kubah gambut di Pulau Sumatera, 90 persennya dijadikan kawasan budi daya. Sementara di Sumatera 60 persen dari hampir 3 juta hektare kubah gambut dijadikan kawasan budi daya. Ketika kebakaran hutan dan lahan pada 2015 areal gambut terbakar dan yang sulit dipadamkan adalah kubah gambut. Dengan fakta bahwa komposisi mayoritas kubah gambut berada di kawasan budi daya.

Tim Liputan Sriwijaya Tv

Share this

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar