INFO LIPUTAN DAN PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI TLP. 0711-364344, FAX 0711-364244, EMAIL : MARKETING@SRIWIJAYATV.COM AZWARI RIVAI MEMILIH IRWANSYAH KARENA PENGALAMAN WALIKOTA PANGKALPINANG BAKAL CALON GUBERNUR SUMSEL DODI REZA–GIRI RAMANDAH MENDAFTARKAN DIRI KE KPU SUMSEL PANWASLU LUBUKLINGGAU TINDAK TEGAS PNS TERLIBAT SUKSESI PILKADA 39 BAKAL PASANGAN CALON KEPALA DAERAH DI SUMSEL IKUTI TES KESEHATAN DI RSMH PALEMBANG ENAM PASLON CABUP CAWABUP LAHAT RESMI MENDAFTARKAN DIRI KE KPUD KPU SUMSEL : GAGAL TES KESEHATAN BAKAL CALON KEPALA DAERAH BISA DIGANTI SFC BELUM PUTUSKAN STATUS BIO PAULIN DAN MAMADOU EL HADJI

Dr. Sri Rahayu (Pengamat Ekonomi): Mata Rantai Pendistribusian Beras Terlalu Panjang

Mencuatnya kasus dugaan pengoplosan beras kemasan yang diungkap pihak kepolisian beberapa waktu lalu, menurut Sri Rahayu pengamat ekonomi yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Palembang terjadinya kasus dugaan pengoplosan beras ini disebabkan kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat terhadap pengolahan beras. Selain itu mata rantai pendistribusian beras yang dinilai terlalu panjang, dimana mulai dari petani, pengepul, penggilingan, dan pengusaha atau pengemas dan pendistributor menimbulkan kesempatan untuk dilakukan kecurangan oleh berbagai pihak. Panjangnya mata rantai ini juga akan mempengaruhi harga.

Untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak terulang, sebaiknya mata rantai pengolahan beras hingga ke tangan konsumen dapat diperpendek.

Rep/Kam : Anugrah Sandy Pratama

Share this

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar