INFO LIPUTAN DAN PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI TLP. 0711-364344, FAX 0711-364244, EMAIL : MARKETING@SRIWIJAYATV.COM DEBAT PUBLIK CABUP DAN WABUP LAHAT DIKAWAL KETAT PIHAK KEPOLISIAN KPU PALEMBANG DISTRIBUSIKAN LOGISTIK DAN SURAT SUARA KE PPK

Pembunuh Penjaga Malam , Jalani Rekonstruksi 16 Adegan

Pihak kepolisian Subdit empat ditreskrimum Polda Sumsel menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap korban abdul aziz , yang ditemukan tewas dengan leher terjerat ikat pinggang. Dalam rekonstruksi ini ada 16 adegan .

pihak kepolisian subdit Empat Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap korban Abdul Aziz , yang ditemukan tewas dengan leher terjerat ikat pinggang. Rekonstruksi ini dilakukan di rumah tempat korban bekerja sebagai penjaga rumah.

Sambil menahan kesakitan di kakinya, tersangka pelaku d menjalani 16 adegan, bermula ketika tersangka melakukan aksi bongkar rumah korbannya, dengan bermodal obeng, d berhasil masuk ke dalam rumah, dengan merusak trali jendela. Setelah berhasil masuk, tersangka mengobrak abrik lemari yang berada dikamar. Tak disangka, korban yang masuk dari pagar, membuat tersangka panik dan memergoki korban.

Pada adegan ke 13, tanpa kehilangan akal, korban lantas berteriak namun tersangka langsung mencekik korban dari belakang. Korban sempat berontak dan melakukan perlawanan. Akan tetapi tersangka dapat merobohkan korban dengan mencekik korban hingga pingsan. Tak puas dengan itu, tersangka lantas menarik ikat pinggang korban dan langsung melilitkannya di leher korban. Melihat korban telah tak bernyawa, pelaku langsung merogoh kantong celana korban dan mengambil uang sebesar 100 ribu dan 1 unit telepon genggam milik korban.

Akbp aziz andriansyah selaku wadir krimum polda sumsel mengatakan pihaknya melakukan rekonstruksi ,untuk melengkapi berkas yang akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk segera memulai pengadilan bagi para tersangka. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 dan pasal 365 ayat 3, dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Share this

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar