INFO LIPUTAN DAN PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI TLP. 0711-364344, FAX 0711-364244, EMAIL : MARKETING@SRIWIJAYATV.COM 2018, BKKBN SUMSEL AKAN MENDIRIKAN KAMPUNG KB DI 217 DESA PERAIRAN VIDEO VIRAL, JEMBATAN GANTUNG BERGOYANG KENCANG DITERJANG ANGIN HUT SUMSEL KE-72 TAHUN, MENDAGRI: BANYAK PRESTASI DI SUMSEL HASIL KERJA SAMA SEMUA PIHAK

Pembuatan Kinjar Tradisional Dari Kabupaten Lahat

Kabupaten Lahat, memiliki berbagai kearifan lokal, seni dan budaya masih terjaga dengan sangat baik sampai saat ini, salah satunya adalah pembuatan Kinjar tradisional. Kinjar, merupakan sebuah keranjang tradisional, yang digunakan sebagai alat angkut, dan masih digunakan oleh masyarakat sampai saat ini untuk keperluan sehari-hari.

Kabupaten Lahat, memiliki berbagai kearifan lokal, seni dan budaya masih terjaga dengan sangat baik sampai saat ini, salah satunya adalah pembuatan Kinjar tradisional.Kinjar,

Bagaimana proses pembuatan Kinjar sebagai keranjang tradisional, di desa Bantunan, kecamatan Pajar Bulan, berikut cara membuatnya .

Tahap pertama dalam pembuatan Kinjar adalah mencari bahan baku rotan ke dalam hutan. rotan inilah yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan Kinjar.

Rotan yang sudah dikumpulkan, terlebih dahulu diikat satu sama lain, agar lebih memudahkan saat dibawa dengan cara ditarik menuju desa.

Sesampainya di desa, rotan langsung dipotong sesuai dengan ukuran Kinjar yang akan dibuat, kemudian dibelah menjadi beberapa bagian. sebelum dianyam, rotan terlebih dahulu dibersihkan dengan cara diraut, kemudian di asap, agar sisa-sisa rautan dapat benar-benar bersih. terakhir rotan yang telah bersih dapat dijemur agar cepat kering.

Pada tahap ini, semua proses dilakukan oleh kaum pria, tidak dibantu sedikitpun oleh wanita.

Setelah rotan yang dijemur sudah kering, barulah tugas wanita melakukan penganyaman bentuk rotan, menjadi Kinjar tradisional.

Mulai dari pembentukan tulang atau rangka Kinjar, pemberian alas yang dapat menopang Kinjar untuk dapat tegak, sampai pembuatan bentuk telinga Kinjar sebagai tempat pengait tali. setiap harinya, penduduk setempat mampu membuat satu buah Kinjar per orang.

Kinjar berukuran besar, dijual seharga empat puluh ribu rupiah, sedangkan Kinjar berukuran sedang, dijual seharga tiga puluh ribu rupiah.

Salah seorang pengrajin, rohan, menuturkan, keahlian warga desa bantunan dalam membuat Kinjar, merupakan keahlian yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang mereka.

Ia menambahkan, kendala yang mereka alami dalam melestarikan kerajinan ini, adalah sulitnya memasarkan hasil produksi kerajinan mereka.

Share this

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar