Omzet Usaha Pempek Turun Sejak Diberlakukannya Tarif Berbayar Bagasi

Omzet Usaha Pempek Turun Sejak Diberlakukannya Tarif Berbayar Bagasi

Salah satu maskapai penerbangan di Indonesia telah mulai diberlakukan kebijakan yang memberlakukan tarif bagasi atau tarif berbayar untuk barang bawaan yang melebihi tujuh kilogram.

Kebijakan penghapusan pemberian bagasi cuma-cuma kepada penumpang yang menggunakan maskapai pesawat ini tak hanya penumpang yang mengeluh, melainkan juga para pelaku usaha pempek di Kota Palembang.

Salah satunya Nurhasanah pemilik gerai pempek Pak Raden, ia mengaku hal tersebut berimbas dengan penurunan omzet tokonya. Penurunan omzet tersebut telah terlihat beberapa hari lalu hingga mencapai 80%. Hal itu juga terlihat berkurangnya pelanggan yang membeli pempek untuk dijadikan oleh-oleh di gerai-gerai yang berada di Bandara SMB II Palembang.

Ia menilai para penumpang ragu untuk membawa oleh-oleh lantaran harga bagasi lebih mahal ketimbang harga oleh-oleh yang dibawa. Maka dari itu pihaknya bersama Asosiasi Pempek Kota Palembang ingin menggodok hal tersebut, selain itu juga ia berharap kepada pemerintah terkait agar dapat dicarikan solusi agar masalah tersebut.

Ia menambahkan, kebanyakan para wisatawan lokal yang mau membawa oleh-oleh pempek untuk kerabatnya yang berada di kota asal ialah didominasi lewat jalur darat.

Komentar Facebook

You might also like

Loading...