SRI TV

Ikuti perkembangan terbaru Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Sri Wijaya TV, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Apakah warna cahaya di kamar Anda mempengaruhi kualitas tidur Anda?  Sains mengungkapkan kebenaran – Ajari saya tentang sains

Apakah warna cahaya di kamar Anda mempengaruhi kualitas tidur Anda? Sains mengungkapkan kebenaran – Ajari saya tentang sains

Pernahkah ini membuat Anda berpikir bahwa kita memiliki jenis cahaya yang berbeda? Mengenai warna, intensitasnya, dan sumbernya, semuanya berdampak langsung pada kualitas tidur yang kita nikmati, demikian menurut ilmu pengetahuan.

Kualitas tidur kita berbanding lurus dengan seberapa baik jam internal kita, meski terkadang bisa mengalami perubahan karena pengaruh situasi eksternal tertentu, seperti lampu di sekitar kita dan warnanya.

Para ahli dari Universitas Basel Dan dari Universitas Teknik Munich Mereka telah melakukan penelitian berdasarkan penemuan pengaruh cahaya dan warnanya terhadap jam biologis yang kita miliki dan kualitas tidur yang kita alami.

Pertama mari kita jelaskan cara kerja mata dan penglihatan Institut Mata Nasional Proses ini dikenal ketika cahaya mencapai retina (lapisan jaringan peka cahaya di bagian belakang mata), sel khusus yang dikenal sebagai fotoreseptor mengubah cahaya menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik ini ditransmisikan dari retina melalui saraf optik ke otak.Seperti yang Anda lihat, ini adalah proses masuknya cahaya apa pun yang terjadi.

Tetapi,Apa hubungan warna cahaya dengan kualitas tidur kita??

Nah, ternyata penelitian yang dilakukan para ahli mengungkap bahwa cahaya dengan panjang gelombang pendek atau dikenal dengan cahaya biru memiliki efek langsung pada ritme siklus tidur-bangun, semua berkat beberapa sel ganglion yang menyusun bagian dari cahaya. retina. .

Kredit gambar: Wanita Tamaulipas

Cahaya biru ini sama dengan yang kita rasakan di lingkungan saat siang hari, oleh karena itu, cahaya buatan apa pun dapat berdampak langsung pada siklus tidur kita dan mengubahnya.

Demikian pula, pengujian telah dilakukan pada jenis lampu lain untuk memantau pengaruhnya terhadap jam biologis dan siklus tidur kita. Penelitian ini dilakukan oleh Universitas Basel dan artikel ini dipublikasikan di jurnal Science Sifat perilaku manusia.

READ  Negara-negara bersatu menentang rencana Jepang untuk membuang air radioaktif dari Fukushima ke laut - El Financiero

Penelitian ini melibatkan 16 sukarelawan sehat secara klinis yang terpapar rangsangan cahaya biru, kuning, dan putih secara terkontrol untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap siklus tidur setiap orang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel ganglion berperan sangat penting saat terkena jenis cahaya tertentu, karena sensitivitasnya yang menyebabkan perubahan jam biologis internal.

Dengan kata lain, meskipun cahaya biru diketahui memiliki efek yang lebih besar pada manusia, peran utamanya dimainkan oleh sel ganglion mata, karena sel tersebut sangat sensitif terhadap cahaya, dan dapat mengubah siklus tidur dan jam internal kita.

Meski masih banyak informasi yang harus dianalisis, namun para ahli menyarankan untuk menjauhi sumber cahaya, apalagi jika berwarna biru, saat kita memasuki waktu di mana kita akan tidur. Demikian pula, mode malam untuk perangkat seluler biasanya sangat berguna karena secara signifikan mengurangi jumlah dan warna cahaya yang datang dari perangkat tersebut.

Berbagi ilmu, berbagi ilmu.