SRI TV

Ikuti perkembangan terbaru Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Sri Wijaya TV, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Korea Utara menempatkan satelit mata-mata militer ke orbit – DW – 21/11/2023

Korea Utara menempatkan satelit mata-mata militer ke orbit – DW – 21/11/2023

Rudal tersebut, yang lepas landas pada malam tanggal 21 November, mengikuti jalur yang direncanakan dan “mampu menempatkan satelit Malygyong-1 ke orbit,” kantor berita resmi Korea Utara KCNA melaporkan. Sebelumnya, militer Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka “menemukan satelit pengawasan militer pada pukul 1:43 siang GMT.” Untuk bagian ini, Jepang Mengumumkan peluncuran rudal Korea UtaraHal ini dikutuk oleh Perdana Menteri Fumio Kishida “sekeras mungkin”.

Perdana Menteri menekankan, “Bahkan jika mereka meluncurkannya sebagai satelit, meluncurkan objek yang menggunakan teknologi rudal balistik jelas merupakan pelanggaran terhadap resolusi PBB.” Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Adrienne Watson mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa peluncuran tersebut “meningkatkan ketegangan dan berisiko mengganggu stabilitas situasi keamanan di kawasan dan sekitarnya.”

Sebelum mengumumkan peluncurannya, pemerintah Jepang sempat memerintahkan warga kawasan Okinawa, barat daya nusantara, untuk berlindung.

Tiga zona bahaya: Jepang, Laut Kuning dan Filipina

Korea Utara sebelumnya telah memberi tahu Jepang tentang niatnya untuk meluncurkan satelit mulai Rabu, menurut Tokyo, dalam upaya ketiga, setelah dua kegagalan pada bulan Mei dan Agustus. Pada bulan Agustus, Pyongyang mengidentifikasi tiga wilayah maritim yang kemungkinan akan terkena dampak peluncuran yang direncanakan pada saat itu: dua di Laut Kuning di sebelah barat Semenanjung Korea, dan sepertiga di perairan timur Filipina.

“Zona bahaya yang disebutkan Korea Utara kali ini konsisten dengan yang diumumkan saat proyek peluncuran satelit pada Agustus,” komentar seorang pejabat Korea Selatan, dikutip Kantor Berita Yonhap.

Seoul telah memperingatkan selama berminggu-minggu bahwa Pyongyang berada pada “tahap akhir” persiapan peluncuran satelit mata-mata baru. Pemulihan hubungan baru-baru ini antara Korea Utara dan Rusia mengkhawatirkan Amerika Serikat dan sekutunya di Korea Selatan dan Jepang. Menurut Seoul, Pyongyang memasok senjata ke Rusia sebagai imbalan atas teknologi luar angkasa Rusia.

READ  Seorang pria menyerbu kuil Injili di Argentina dan mengancam pendeta

Pada awal November, Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengecam hubungan militer yang “semakin berkembang dan berbahaya” antara Korea Utara dan Rusia. Korea Utara melakukan sejumlah uji coba rudal pada tahun ini, meskipun ada sanksi dan peringatan internasional dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan sekutu mereka. Negara ini juga menggambarkan statusnya sebagai negara tenaga nuklir sebagai hal yang tidak dapat diubah.

Jove (AFP, nippon.com)