SRI TV

Ikuti perkembangan terbaru Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Sri Wijaya TV, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Peretas China diyakini berada di balik pelanggaran data News Corp

Penyusup digital telah membobol akun email US dan UK News Corp dan mengkompromikan data dari sejumlah telepon yang tidak ditentukan, kata perusahaan itu.

Penasihat keamanan internet perusahaan media mengatakan peretasan itu kemungkinan ditujukan untuk mengumpulkan intelijen untuk keuntungan Beijing.

Cabang News Corp AS, yang menerbitkan Wall Street Journal, mengatakan pelanggaran itu ditemukan pada akhir Januari dan memengaruhi email dan dokumen dari apa yang digambarkan sebagai sejumlah karyawan, termasuk klien.

Perusahaan mengatakan bahwa perusahaan keamanan siber Mandiant telah mengatasi pelanggaran tersebut.

News Corp Australia, yang menerbitkan The Daily Telegraph dan The Australian, tidak terpengaruh oleh peretasan tersebut.

David Wong, wakil presiden konsultan di Mandiant, mengatakan para peretas diyakini memiliki “hubungan China, dan kami yakin mereka kemungkinan terlibat dalam kegiatan spionase untuk mengumpulkan intelijen demi kepentingan China”.

Tangan kiri seorang wanita menekan tombol berhuruf pada keyboard komputer dengan jari-jari yang telah dicat kuku.
Penasihat keamanan internet perusahaan media mengatakan peretasan itu kemungkinan ditujukan untuk mengumpulkan intelijen untuk keuntungan Beijing.(AP: Jenny Kane/file)

Seorang juru bicara kedutaan besar China di Washington mengatakan dia tidak mengetahui rincian laporan tetapi dia berharap akan ada “pendekatan profesional, bertanggung jawab dan berbasis bukti untuk mengidentifikasi insiden terkait dunia maya, daripada membuat klaim berdasarkan spekulasi”.

Dalam sebuah surat yang dilihat oleh Reuters, eksekutif perusahaan mengatakan kepada karyawan mereka “kami yakin aktivitas tersebut memengaruhi sejumlah akun email bisnis dan dokumen dari kantor pusat News Corp, News Technology Services, Dow Jones, News UK, dan New York Post”.

Perusahaan menambahkan bahwa unit bisnis lainnya, termasuk Penerbit Harper Collins, Move, News Corp Australia, Foxtel, REA, dan Storyful, tidak menjadi sasaran dalam serangan itu.

Saham News Corp turun 1,3 persen pada perdagangan pagi.

Para ahli mengatakan peretas China telah menargetkan media selama bertahun-tahun

Peretas China telah berulang kali disalahkan atas peretasan kejahatan baik di Amerika Serikat maupun di tempat lain.

Pada tahun 2013 New York Times melaporkan pelanggaran yang dikatakan mempengaruhi 53 komputer pribadi milik karyawannya.

READ  Tesla akan membayar biaya perjalanan untuk karyawan yang mencari layanan aborsi