SRI TV

Ikuti perkembangan terbaru Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Sri Wijaya TV, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Sinyal radio telah terdeteksi dari planet mirip Bumi

Sinyal radio telah terdeteksi dari planet mirip Bumi

Visualisasi yang dihasilkan komputer dari angin matahari yang berinteraksi dengan medan magnet bumi selama badai matahari yang dahsyat. Gangguan serupa di sistem bintang yang jauh mungkin memicu sinyal radio yang aneh. — Laboratorium Visualisasi Tingkat Lanjut, Pusat Nasional untuk Aplikasi Superkomputer, Universitas Illinois di Urbana-Champaign, via Space.com

Medan magnet bumi memberikan berbagai manfaat seperti perlindungan dari sinar berbahaya matahari dan terciptanya aurora borealis yang indah.

Planet lain di tata surya kita juga memiliki medan magnet. Namun, para ilmuwan telah lama bertanya-tanya apakah planet mirip Bumi di sistem bintang lain memiliki medan magnet.

Baru-baru ini, jawaban yang mungkin muncul dengan ditemukannya bukti medan magnet di YZ Ceti b, sebuah planet ekstrasurya berbatu yang terletak 12 tahun cahaya dari Bumi. Penemuan tersebut, yang dilakukan dengan menggunakan teleskop radio Very Large Array di New Mexico, menandai kemungkinan deteksi medan magnet pertama di planet ekstrasurya, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Astronomy pada 3 April.

“Penelitian ini tidak hanya menunjukkan bahwa planet ekstrasurya berbatu ini kemungkinan besar memiliki medan magnet, tetapi juga menyediakan cara yang menjanjikan untuk menemukan lebih banyak lagi,” kata penulis studi Joe Pesci, direktur National Radio Astronomy Observatory (NRAO), dalam sebuah pernyataan.

Pentingnya medan magnet dalam menciptakan planet layak huni menjadikannya topik yang menarik bagi para astronom. Planet yang tidak memiliki medan magnet rentan terhadap partikel energik dari bintang yang dapat mengikis atmosfernya, membuatnya tidak cocok untuk kehidupan.

Dalam pencarian dunia layak huni di tata surya lain, menentukan apakah exoplanet mirip Bumi memiliki medan magnet sangat penting, kata Peske.

Meski bukan planet yang layak huni, YZ Ceti b memberikan kesempatan unik bagi para astronom untuk mendeteksi gelombang radio dari medan magnet planet ekstrasurya yang jauh. Planet itu mengorbit sangat dekat dengan bintangnya, dan satu tahun di YZ Ceti b hanya dua hari Bumi.

Kedekatan ini memungkinkan planet untuk “membajak” melalui materi bintang, dan medan magnetnya mendorong plasma bermuatan listrik ke arah bintang, menciptakan kilatan energi yang terang saat berinteraksi dengan medan magnet bintang.

READ  Penelitian menunjukkan bahwa osilasi bulan akan mengintensifkan banjir di sepanjang pantai Amerika Serikat pada pertengahan 2030-an.

Menurut para peneliti, gelombang radio yang terdeteksi kemungkinan adalah aurora di bintang tersebut, yang tercipta melalui interaksi dengan planet tersebut.

Penemuan ini memberikan petunjuk yang menjanjikan dalam menentukan medan magnet di planet mirip Bumi di tata surya lain dan memajukan pencarian dunia yang berpotensi layak huni di luar dunia kita.