INFO LIPUTAN DAN PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI TLP. 0711-364344, FAX 0711-364244, EMAIL : MARKETING@SRIWIJAYATV.COM PENETAPAN WALIKOTA TERPILIH, KPU LUBUKLINGGAU TUNGGU KEPUTUSAN MK KEJAR TARGET 100% PESERTA, BPJS KESEHATAN TERAPKAN PROGRAM LAYANAN DIGITAL MOBILE JKN CALON JEMAAH HAJI DAN UMROH MELALUI AMPHURI, AKAN DIJAMIN WAKTU PEMBERANGKATAN

42 Adegan Pada Rekonstruksi Pembunuhan Supir Taxi Online

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar proses rekonstruksi kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online Aji Saputra. Dalam rekonstruksi dihadirkan pula kedua tersangka yakni YA dan WL.

Rekonstruksiyang memperagakan 42 adegan ini terlihat jelas ketiga tersangka yakni Bambang yang ditembak mati petugas, YA serta WL menghabisi nyawa korban dengan sangat sadis di dalam mobil.

Kejadian bermula ketika para tersangka bermaksud untuk melakukan aksi begal motor, namun tak kunjung mendapat korban. Hingga akhirnya di kawasan Sukarami para tersangka bertemu dengan saksi F untuk diminta memesankan taksi online menuju daerah Sukabangun II. Fadil yang tak memiliki aplikasi tersebut meminta kepada saksi Gusti Randa untuk memesankannya. Setelah pesanan taksi online sampai, tersangka WL langsung duduk di samping korban, sementara YA dibelakang sopir dan Bambang di tengah. Sesampainya di tempat tujuan, korbanpun meminta uang pesanan ke para tersangka namun tersangka Bambang langsung menghujami lima tusukan di bagian leher dengan menggunakan obeng. YA pun ikut menjerat leher korban dan WL memegangi kaki korban yang terus meronta. Tak puas dengan itu Bambang kembali menghujami korban sebanyak 10 kali tusukan. Setelah korban dipastikan tak bernyawa dengan dikendarai WL, para tersangka menuju Jembatan Bruge Kecamatan Babat Toman Musi Banyuasin untuk membuang jasad tersebut. Saat tubuh Aji hendak dibuang ke sungai, besi pembatas jembatan yang panjang di bawah mengganjal tubuh korban.

Situasi yang sudah menjelang Subuh membuat ketiga tersangka ini meninggalkan begitu tubuh Aji yang tersangkut di bawah pembatas jembatan hingga ditemukan warga.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka yang berhasil ditangkap akan dijerat Pasal 365 Ayat 3 dan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun dan hukuman seumur hidup.

Tim Liputan Sriwijaya Tv

Share this

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar