Potret Miris Seorang Nenek Hidup Sebatang Kara

Rohati seorang nenek kelahiran 65 tahun silam waarga Lahat harus menghabiskan sisa hidupnya sendirian. Dari informasi yang di dapat, Rohati merupkan perantau dari jawa yang sudah lama tinggal dan berpindah pindah . Saat ini rohati tinggal disebuah gubuk dikawasan talang kabu kota Lahat, kondisinya cukup sehat namun Rohati yang sudah renta ini sangat memerlukann bantuan.

Di gubuk kecil inilah Rohati atau yang akrab disapa nek Uyut ini tinggal dan menetap. Perempuan berumur 65 tahun ini hidup sebatang kara dengan kondisi yang memprihatinkan. Nek Uyut tinggal digubuk tak layak huni yang di dapatnya dari pemilik tanah yang iba melihat kehidupan sang nenek. Jangankan perlengkapan elektronik, kondisi gubuk yang ditempati nek uyut juga tidak dilengkapi sarana MCK yang memadai. Untuk keperluan air nek uyut harus mnuruni tebing sejauh 200 meter dari gubuknya.

Nek uyut mengaku awalnya dia bersama suami datang kelahat merantau namun sayang sang suami meninggal dunia. Kondisi nek uyut terlihat cukup menghawatirkan dengan kondisi tua renta dan hidup sendirian

Nek uyut mengatakan, untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, dirinya harus keluar masuk hutan untuk mencari kayu bakar dan kemudian dijual. Namun karena usianya yang sudah tua, nek uyut hanya mampu mencari kayu bakar sebanyak satu kinjar dalam sehari.

Kondisi ini sering membuat warga yang bertetangga dengan nek uyut merasa iba. Tak jarang warga memberikan sejumlah makanan dan uang, untuk keperluan nek uyut sehari-hari.

Yudi stv

Komentar Facebook

You might also like

Loading...